Satria Tak Terkalahkan adalah sebuah sebutan untuk penghargaan yang super keren dan hanya cocok bagi mereka yang tidak gugur di medan pertempuran, tetap bersemangat berjuang membela kebenaran baik dalam keadaan sakit ataupun sehat, semua musuh-musuhnya bertekuk lutut kepada kehebatannya atau segan kepada kewibawaannya yang menampilkan sosok suri tauladan (panutan) dan berwawasan luas. Dan mereka wafat karena mereka manusia yang mengikuti kodrat menjadi tua atau sakit.Orang selalu mengingat mereka karena jasa-jasa yang besar buat masyarakat dan negara, seperti pepatah:
Gajah mati meninggalkan gading, macam mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama.
|
 |
| Disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah sakit. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi. |
|
Gajah Mada dilahirkan sebagai seorang biasa, awal kariernya
menjadi Begelen atau setingkat kepala pasukan Bhayangkara pada Raja
Jayanagara (1309-1328). Pada tahun 1258 Saka (1336 M) Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa :
|
Sira Gajah Mada pepatih
amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah
nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram,
Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang,
Tumasik, samana ingsun amukti palapa |
|
bila diterjemahkan mempunyai arti :
|
Beliau, Gajah Mada sebagai
patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa
bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan)
melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura,
Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya
(baru akan) melepaskan puasa |
|
 |
| Pada tanggal 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman meninggal dunia di Magelang, Jawa Tengah karena sakit tuberkulosis parah yang dideritanya. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. Pada tahun 1997 dia mendapat gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta |
| Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, dan ibunya, Siyem, adalah keturunan Wedana Rembang.
Soedirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R.
Tjokrosoenaryo, seorang asisten Wedana Rembang yang masih merupakan
saudara dari Siyem.
Serangan Umum 1 Maret 1949. Saat itu, Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta
dan beberapa anggota kabinet juga ditangkap oleh tentara Belanda.
Karena situasi genting tersebut, Soedirman dengan ditandu berangkat
bersama pasukannya dan kembali melakukan perang gerilya. Ia
berpindah-pindah selama tujuh bulan dari hutan satu ke hutan lain, dan dari gunung
ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah dan dalam kondisi hampir tanpa
pengobatan dan perawatan medis. Walaupun masih ingin memimpin perlawanan
tersebut, akhirnya Soedirman pulang dari kampanye gerilya tersebut
karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkannya untuk memimpin
Angkatan Perang secara langsung. Setelah itu Soedirman hanya menjadi
tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda. |
.....baru bisa menulis dua tokoh, perlu mencari dulu berita yang akurat untuk menampilkan sosok lain, melihat segi perjuangan yang mengagumkan dan mengharukan..penulis perlu makan tempe dulu untuk cari ide-ide ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar